“Diabetes adalah penyakit seumur hidup”
Begitulah doeloe seperti itu yang sampai ke kita. Tidak salah sesuai pemahaman saat itu, namun penelitian tentang diabetes terus berkembang, sekarang ini sudah diakui diabetes bisa sembuh, istilah resminya: Diabetes Remission
Ini memang masih baru banget kok, wajar kalau kita baru ngeh, dan bisa jadi belum banyak praktisi kesehatan yang aware. ADA (The American Diabetes Association) mengumumkan di tahun 2021 tentang kriteria remisi diabetes:
- HbA1c <6,5% sesudah selama 3 bulan tanpa obat dan suntik,
- Gula puasa <126 mg/dL

Pengakuan ini dipicu oleh tingginya tingkat keberhasilan remisi diabetes dari terapi bariatric surgery dan terapi penurunan berat badan. Tingkat keberhasilan remisi diabetes melalui bariatric surgery adalah 70-80%, dimana hingga 2 tahun sesudah operasi memberikan penurunan berat badan hingga 40 kg. Sementara tingkat keberhasilan remisi diabetes melalui terapi penurunan berat badan mencapai 85% dengan penurunan badan mencapai lebih dari 15 kg. Terapi penurunan berat badan ini tingkat keberhasilannya lebih tinggi daripada operasi bariatrik, metodenya adalah major caloric reduction with total diet replacement, intinya: diet (pola makan). Setiap metode terapi ini ada kelebihannya sendiri. Operasi bariatrik membutuhkan biaya tinggi, tapi efektivitas terapinya sangat instan, diabetes seketika sembuh hanya dalam hitungan minggu pasca operasi. Sementara terapi diet membutuhkan waktu 12 hingga 24 bulan untuk mencapai remisi diabetes.
Hasil dari terapi ini sudah paten menunjukkan penyebab diabetes tipe 2, yaitu: penumpukan lemak yang berlebihan di organ liver dan pankreas. Salah satu fungsi organ liver adalah memang sebagai penyimpanan energi, namun ketika berlebihan menyimpan lemak akan mengganggu sensitivitas insulin. Coba lihat penampakan fatty liver ini, pasti kita sedih sekali dengan organ yang terdampak lemak sampai parah sekali.

Organ pankreas sebagai pabrik insulin tubuh kita juga terdampak dengan penumpukan lemak, namanya pancreatic steatosis, mengurangi kemampuan sel beta dalam memproduksi insulin.

Organ tubuh manusia sungguh mengagumkan, walaupun “babak belur” terdampak oleh diabetes, namun mampu memulihkan dirinya pasca dilakukannya terapi diet. Khususnya organ pankreas, walaupun sebelumnya secara fisik volumenya telah jauh menyusut, namun dengan melanjutkan pola diet menjadikan bentuk organ pankreas semakin penuh mendekati bentuk aslinya. Artinya, produksi insulin sangat menjanjikan dapat berfungsi normal sesudah tahun ke-2 pasca remisi diabetes.



Hasil penelitian juga sudah menyatakan bahwa remisi diabetes tidak permanen, remisi harus dijaga dan dipertahankan. Satu statement yang sudah paten adalah “Whenever body weight increases, diabetes returns“. Ini sebenarnya sangat wajar, penyakit muncul karena ada penyebabnya. Bagaimana asal muasal hingga kemudian menjadi diabetes diuraikan perjalanan kisahnya panjang lebar disini. Ketika kita sudah tahu apa yang menyebabkan terjadinya diabetes, maka kita akan memahami rambu-rambu kesehatan yang perlu kita jaga. Ilustrasi organ pankreas pasca remisi diatas secara faktual menunjukkan bahwa kita harus terus melanjutkan pola gaya hidup sehat hingga fungsi organ kembali berfungsi 100%. Jika organ pankreas belum pulih namun kita sudah kembali gaya hidup sembarangan, tentulah wajar jika organ pankreas kembali dipenuhi dengan lemak, dan organ pankreas kembali menyusut. Ini adalah hubungan kausalitas yang sangat logis. Diabetes bukanlah “penyakit seumur hidup”, lebih tepatnya: “diabetes adalah penyakit seumur hidup, jika kita inginkan demikian”.