Mengenal Sang Transporter Energi
Mayoritas kita melihat sangat impossible bisa mencapai trigliserid dan HDL di angka itu, bahkan sangat sulit dicapai dengan minum obat. Namun sesungguhnya, profil kolesterol seperti ini sangat umum dijumpai pada mereka yang melakukan low carb diet. Metabolisme dalam tubuh mereka berubah, sudah menggunakan metabolisme lemak. Tubuh yang sudah masuk dalam mode fat burning menggunakan trigliserid yang tersimpan di dalam body fat sebagai sumber energi, itulah kenapa trigliserid bisa sangat rendah.
The fat stored is in a semi-liquid state, and is composed primarily of triglycerides, and cholesteryl ester.
https://en.wikipedia.org/wiki/Adipocyte
Iya lho, lemak bergelambir di tubuh kita itu adalah cadangan energi yang sesungguhnya, namanya jaringan lemak (“adipose tissue“) yang tersusun dari miliaran sel lemak (“adipocytes“), dimana setiap sel nya didominasi oleh trigliserid.

Saat tubuh membutuhkan energi, cadangan lemak dibongkar, trigliserid-nya diangkut oleh LDL ke seluruh jaringan tubuh yang membutuhkan energi. Yes, LDL adalah transporter trigliserid, oleh karena itu wajar LDL tinggi pada mereka yang melakukan low carb diet. Semakin tinggi aktivitas yang membutuhkan energi maka LDL akan semakin meroket bahkan bisa diatas 400. Walaupun LDL tinggi meroket, namun seluruh partikelnya merupakan “LDL baik” dengan risiko penyakit kardiovaskular terendah. Reels IG Felix Zulhendri, Ph.D mengisahkan ini dengan sangat baiknya dengan update referensi literatur terkini.

Dua Dunia yang Tidak Bercampur
So far, itulah jaring pengaman yang kita perlu aware jika mengadopsi low carb diet. Perlu bener-bener diresapi, masing-masing metode diet memiliki jaring pengamannya masing-masing yang telah didukung dan teruji secara ilmiah, keduanya tidak dapat dicampurkan. Jika mengikuti low carb diet, jangan menilai tingkat risiko dengan jaring pengaman low fat diet.

Jika masih ada makan karbo (nasi, tepung, bakso, mie, fruktosa, dan sebagainya) maka selalu ikuti jaring pengaman low fat diet dengan membatasi intake lemak. Jaring pengaman yang harus selalu dipastikan:
- Trigliserid <150
- LDL <100
- Kolesterol <200
Sebaliknya, jika mengikuti low carb diet, tidak perlu ragu makan banyak lemak namun pastikan meminimalkan intake karbohidrat hingga dibawah 50 gram dalam sehari yaa. Jaring pengaman yang harus selalu dipastikan:
- Trigliserid <70
- HDL >60
Cermati dari kedua jaring pengaman tersebut, secara awam ini bisa diinterpretasikan sebagai tingkat risiko dari masing-masing metode diet.
- Low fat diet mengharuskan 3 parameter pengaman, sementara low carb diet hanya mengharuskan 2 parameter pengaman. Artinya, low fat diet lebih berisiko dibanding low carb diet.
- Ada parameter pengaman yang identik pada kedua metode diet, yaitu: trigliserid. Kita tahu bahwa untuk trigliserid kita mencari angka yang semakin rendah, semakin rendah semakin sehat, semakin rendah semakin kecil risiko penyakit kardiovaskular. Artinya, low fat diet lebih berisiko dibanding low carb diet.
Bukan berarti salah metode baik sementara yang lain jelek ya. Kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari, tentunya apa yang dimakan adalah fleksibel sesuai ketersediaan dan preferensi kita pribadi. Disini terhadap setiap metode diet sudah penelitian ilmiahnya masing-masing, sehingga risiko sudah terukur. Cukup ikuti jaring pengaman dari metode diet yang sedang kita jalani, maka itulah yang akan meminimalkan risiko penyakit kardiovaskular. Memang, low fat diet nampak lebih berisiko, tapi bukan berarti kita harus tinggalkan sepenuhnya. Kita harus sadari bahwa lebih banyak yang harus dicermati, dijaga kadar konsumsinya, agar jaring pengamannya terpenuhi.