Fakta Ilmiah Intermittent Fasting
Sejatinya, sudah banyak sekali penelitian IF terhadap diabetes. Bahkan IF tercatat sudah digunakan sebagai terapi diabetes melitus sejak 1916. Saat itu puasa dilakukan selama 17 hingga 99 hari, hasilnya diabetes sepenuhnya pulih. Sebuah systematic review yang merangkum ratusan literatur di tahun 2022 menyimpulkan bahwa IF merupakan terapi yang efektif untuk memulihkan resistensi insulin dan menurunkan berat badan secara signifikan. Konsisten melakukan IF selama 5 minggu secara signifikan meningkatkan sensitivitas insulin.

Penelitian di tahun 2011 membandingkan efektivitas metode diet calorie restriction (atau “defisit kalori”) dengan IF untuk meningkatkan sensitivitas insulin. Metode defisit kalori membatasi intake kalori dibawah kebutuhan harian, misal biasanya makan nasi dua centong maka dibatasi menjadi dua sendok makan saja. Sementara dalam metode IF tidak ada pembatasan kalori namun ada pengaturan frekuensi makan. Hasilnya, kedua metode sama efektifnya dalam hal penurunan berat badan, lingkar pinggang dan body fat. Namun untuk memulihkan resistensi insulin, metode IF adalah yang paling efektif.

Salah satu penelitian yang paling berpengaruh di dunia diabetes adalah COUNTERPOINT (Counteracting the Pancreatic inhibitiOnof InsuliN secretion by Triglyceride) di tahun 2011. Saat itu, metodenya terkenal sebagai “Newcastle Diet“, begitu banyak dicari karena sangat efektif menurunkan berat badan 15 kg dan menyembuhkan diabetes hanya dalam 8 minggu. Hasilnya sangat menarik diamati dari berbagai sisi setiap minggunya: gula darah seketika normal di minggu pertama, fatty liver seketika berkurang drastis (karena lemak dalam liver digunakan sebagai energi), tidak ada lagi resistensi insulin di liver sejak minggu pertama. Salah satu yang sangat menarik adalah korelasi antara fatty pancreas (lemak di pankreas) dan fungsi pankreas dalam memproduksi insulin. Nampak nyata bahwa seiring lemak di pankreas berkurang, fungsi produksi insulin semakin meningkat. Dalam periode 8 minggu, fungsi produksi pankreas belum kembali 100% seperti kaum normal, namun sudah dalam trend naik. Pastinya dengan melanjutkan pola diet yang sama, sangat optimis fungsi pankreas akan pulih sepenuhnya.


“Studi COUNTERPOINT ini kan extreme low calorie diet, beda dong dengan IF”. Kalau komennya begitu, berarti sudah sangat cermat menyimak. Studi COUNTERPOINT ini memberikan insight bahwa low calorie diet turut berdampak pada pemulihan fungsi produksi insulin di pankreas.
So sudah paten secara ilmiah bahwa IF adalah jurus yang dahsyat. Begitu banyak istilah baru mungkin bikin pusing ya, ada low carb, low calorie, bagaimana kaitannya dengan IF, berikutnya mari kita sederhanakan supaya bisa segera dipraktekkan.