Mengenal Hormon Insulin
Sejatinya, insulin ini adalah salah satu hormon di tubuh kita yang berperan kunci dalam metabolisme karbohidrat, mengkonversi karbohidrat sebagai glukosa yang siap digunakan sebagai energi setiap sel tubuh. Insulin selalu terlibat setiap kali kita ada makan karbohidrat, tidak hanya nasi, tapi mencakup segala variasinya seperti kentang, gula, buah, roti, bakso, bakwan, siomay, kopi kekinian, boba, dsb. Insulin diilustrasikan dengan cantiknya disini. Karena bakal sering membahas karbohidrat, untuk berikutnya kita sebut singkat aja sebagai “karbo” ya.

Ade Rai sering menggunakan istilah “kecerdasan tubuh”, bahwa tubuh memiliki mekanisme biokimia alamiah untuk menjaga segala sesuatunya dalam kadar yang sesuai. Sejatinya, jumlah glukosa yang berlebihan itu bersifat toksik bagi otak. Oleh karena itu, tubuh akan selalu menjaga kadar glukosa di dalam darah agar tidak berlebihan. Tugas itu diserahkan kepada organ pankreas selaku pabrik hormon insulin. Setiap ada karbo, pankreas selalu memproduksi sejumlah hormon insulin agar glukosa yang dihasilkan segera diserap oleh sel tubuh agar secukupnya saja beredar di dalam darah. Semakin besar jumlah karbo yang dimakan, atau semakin sering frekuensi makan karbo, maka pankreas juga akan bekerja ekstra memproduksi lebih banyak untuk mengkompensasi besarnya karbo yang masuk. Bagaimana sehari-harinya insulin bekerja diilustrasikan dengan cantiknya disini.

Grafik diatas menunjukkan siklus normal insulin dan glukosa pada individu yang sehat, nampak bahwa insulin melonjak naik seiring dengan jam sarapan, makan siang, snack sore dan makan malam. Saat makan glukosa meningkat dan kembali turun sesudah insulin beraksi. Demikian juga insulin yang melonjak kemudian berangsur menjadi normal kembali lebih kurang dalam 5 jam sesudahnya. Volume makan snack sore yang lebih ringan dikompensasikan dengan peningkatan insulin yang lebih sedikit.
Nah, mulai menjadi masalah ketika pola makan kita menjadi lebih “brutal”, frekuensi makan yang sebelumnya 3x sehari bisa menjadi 6x sehari, dimana selalu ada snack diantara makan besar. Disini ada ilustrasi lain yang bagus sekali menggambarkan bagaimana dampak frekuensi makan brutal ini terhadap siklus insulin dan glukosa.
Grafik atas adalah siklus normal insulin dan glukosa, sama seperti sebelumnya. Fokuskan perhatian pada grafik bawah yang menggambarkan dampak frekuensi makan brutal, cermati perbedaan garis glukosa (abu-abu) dan insulin (hijau). Nampak garis abu-abu naik turun namun relatif mendatar, tubuh berusaha menjaga kadar gula darah selalu stabil. Namun garis hijau nampak cenderung meningkat, ini menunjukkan tubuh bekerja semakin berat, memproduksi insulin lebih besar agar tercapai kadar gula darah yang stabil. Ditambah lagi, pola konsumsi yang mayoritas dari golongan processed foods menjadikan organ pakreas bekerja lebih berat lagi, karena makanan olahan pabrik sudah mengalami perubahan sedemikan rupa (serat hilang, ditambahkan pengawet, dsb) menjadikan semakin cepat dimetabolisme sebagai glukosa.
So, apa yang sesungguhnya terjadi adalah banjir insulin, pada saat yang selama ini teramati oleh kita hanya kadar gula yang masih baik-baik saja. Kondisi kebanjiran insulin yang meluap ini sangat serius sekali lho…