Kenali Berbagai Wujud Karbo
Definisi resmi “low carb “dari literatur ilmiah bukan sama sekali tidak boleh ada karbo. Tetap diperbolehkan sejumlah 30-50 gram karbohidrat dalam sehari, bukan per makan ya. Tujuannya disini bukan untuk dihitung dan ditimbang tiap kali makan ya. Besaran karbo itu sebagai ambang batas toleransi kontaminasi aja, karena karbo sudah menyusup di kehidupan kita dalam berbagai bentuk walaupun kita sudah berusaha sangat selektif. Jadi tidak perlu ragu kalau pas makan kemana terasa koq ada agak manis karena ada kecap, atau mungkin ada sedikit taburan gula. Semua dibawa enjoy aja, sejauh kita sudah hindari karbo yang benar-benar nyata.
Ada banyak sekali wujud karbo, bersiaplah berlapang dada karena apa yang sudah menjadi keseharian makanan kita adalah karbo. Kita mulai dari yang paling hitz dulu: kopi kekinian gula aren, segala bentuk yang pakai gula, sirup, dan semua yang terasa manis berwarna-warni. Kemudian yang paling sering nemenin kita sehari-hari, seperti: nasi, kentang, singkong, jagung, kedelai (menjadikan kecap juga karbo), buah-buahan. Juga, semua olahan yang dihasilkan dari tepung, seperti: bakso, mie, roti, pastries. Semua cemilan populer bisa dipastikan karbo, seperti: kacang panggang, kacang atom, chitato, chiki, kerupuk. Karbo juga menyusup dalam jumlah yang lebih tipis (sering diistilahkan “kontaminasi karbo” atau “hidden carbs“), berupa bumbu kemasan atau bahan masakan, seperti: saos tomat, saos sambal, saos tiram, bumbu atau kaldu kemasan, mayonaise.
Buah koq tidak boleh? Karena fruktosa adalah golongan karbohidrat. Tubuh kita membutuhkan energi dan nutrisi, dimana nutrisi ini tidak kita tinggalkan. Nutrisi dari buah diganti ke sayur. Walaupun sayur didominasi karbohidrat, tapi tidak perlu kuatir karena kandungan seratnya yang tinggi. Semua golongan sayur boleh dilahap habis, justru harus sebanyak-banyaknya karena kita butuh semua nutrisinya. Sumber nutrisi tidak hanya dipenuhi dari sayuran nabati, juga ada dari hewani, keduanya saling melengkapi sehingga harus terpenuhi keduanya. Apa saja gambaran nutrisi yang harus dimakan, ikuti selengkapnya di panduan nutrisi ini.
Tidak berarti kita kehabisan pilihan yaa, untuk makanan kemasan perlu lebih cermat membaca label kemasan. Tidak untuk menghitung kalori, tapi cermati label Nutrition Facts di bagian karbohidrat atau gula, sedapat mungkin cari yang angkanya nol, atau mendekati nol. Juga harus cermati uraian “ingredients“, hindari yang memuat kata-kata seperti: gula, tepung, sirup jagung (high fructose corn syrup).
Makanan lainnya yang tidak tersedia label Nutrition Facts, bisa menggunakan website Fatsecret. Ini cara yang sangat membantu untuk memilih alternatif cemilan yang lebih aman. Tinggal search nama makanan akan muncul berapa kandungan karbohidratnya. Selalu membandingkan dengan satuan porsi per 100 gram. Contoh, kerupuk emping yang enak boanget itu sesungguhnya kandungan karbo nya 69 gram. Sekali makan emping kemasan 100 gram langsung bablas melebihi ambang maksimal 50 gram, padahal dalam sehari kan tidak cukup hanya makan satu kemasan yaa. Alternatif lain yang bisa dicoba adalah edamame, kandungannya hanya 6 gram. Walaupun tidak benar-benar nol, tapi ini masih bisa diterima sebagai alternatif cemilan yang lebih bersahabat.
Semakin rendah karbo, semakin minim kontaminasi karbo, maka akan semakin cepat mencapai remisi diabetes. Pilihan karbo memang lebih terbatas, tapi untuk selain karbo menjadi terbuka lebar, pilihannya tak terbatas!