Jurus Koentji: Kebahagiaan Makan

Makan Semua yang Disuka dan Ditakuti

Makan itu harus bahagia, tidak hanya kenyang, istilahnya di literatur disebut dengan “satiated“. Makan bahagia adalah koentji agar diet menjadi gaya hidup keseharian, bisa dilakukan dalam jangka panjang. Makan bahagia juga koentji yang akan menjaga metabolisme tubuh tetap tinggi, berbeda dengan pendekatan low calorie diet yang dalam jangka panjang akan berdampak menurunkan metabolisme tubuh. Ketika metabolisme tubuh sudah turun, maka setiap makan porsi normal akan menjadi kelebihan kalori yang kembali disimpan sebagai lemak, berat badan akan kembali naik. Makan bahagia menjadi jurus paten untuk menemani intermittent fasting hingga lebih dari 24 jam.

Kita semua pasti punya makanan kesukaan, tapi seringnya disertai dengan ketakutan. Misal kalau ditanya apakah suka sebangsa tengkleng, rendang, gulai, opor, sate kambing, sop buntut, seafood, bebek. Mayoritas spontan pasti dengan girang bilang “sukaaa, tapi…”, selalu disertai dengan ketakutan kolesterol tinggi. Nah, jika sudah mengikuti low carb diet, makanan golongan ini justru menjadi teman baik, silakan bisa dipuaskan, setiap hari dimakan juga gak papa, asal makan karbonya sangat minimal mendekati nol.

Kunci kebahagiaan makan adalah pada lemak. Utamakan kenyang dari sayur, sebanyak mungkin untuk memaksimalkan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Kemudian dituntaskan dengan lemak sampai hadir rasa bahagia itu. Lemak dalam bentuk yang natural tersedia di alam adalah yang paling baik, dimana lemak melekat bersama dengan protein, seperti: telur, daging sapi, ayam beserta kulitnya. Tidak perlu makan putih telurnya saja, justru harus lengkap beserta kuning telurnya yang mengandung semua nutrisi sehatnya. Tambahkan juga lemak sehat (“healthy fats“) seperti: minyak kelapa (VCO), minyak zaitun (VCOO-extra virgin olive oil), keju, mentega (butter ya, bukan margarin) dan alpukat. Alpukat menjadi satu-satunya buah yang boleh dikonsumsi sepuasnya, karena kandungan utamanya adalah lemak.

Seberapa batasan maksimal makan lemak? Sepuasnya, karena tubuh akan memberikan sinyal puas dan bahagia ketika jumlah lemak yang dimakan sudah mencukupi kebutuhan tubuh. Pasti sudah berasa penuh dan tidak ingin nambah lemak lagi. Sesudah makan bahagia, perhatikan kapan muncul sinyal lapar berikutnya. Pasti akan terkaget-kaget karena tidak muncul lapar di jam biasanya, juga tidak ada pusing. Ikuti apa kata tubuh, sejauh nyaman lanjutkan tanpa makan. Ciri sinyal lapar yang sesungguhnya adalah disertai perasaan emosional yang campur aduk, terasa seperti uring-uringan mau ngamuk, plus kepala pusing dan lemot banget mikir. Jika sudah terasa seperti itu, atau sudah tidak nyaman lagi, langsung dilanjutkan berbuka tetap dengan menu low carb.

Makan lemak tanpa batas sounds dangerous yaa, makanya pastikan selalu pasang jaring pengaman, ikuti panduannya di halaman berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *