Wajib Penuhi Semua Nutrisi

Tidak bisa kompromi, nutrisi itu wajib. Banyak yang shocked dan mundur teratur karena harus coret buah-buahan. Aselinya kita tetap membutuhkan nutrisinya, hanya saja sumbernya digeser ke sayuran. Tidak hanya secara volume makan sayur harus sampai kenyang, namun keragaman nutrisi juga harus terpenuhi.

Sungguh, manfaat sehat sayur itu luar biasa, bisa bikin yang sebelumnya ga suka sayur jadi sangat-sangat menghargai dan lahap habis. Begitu banyak referensi di internet tentang manfaat sehat sayur yang saya tiada kuasa menguasai semuanya. Disini, sependek apa yang saya pahami, akan saya uraikan esensi to the point-nya saja sebagai panduan umum, seperti apa nutrisi yang harus dimakan lengkap.

Jurus Koentji: Intermittent Fasting

Ini jurus yang sangat breakthrough. Betapa puasa memunculkan begitu banyak keajaiban di dalam tubuh manusia, mulai dari renegerasi sel otak (Brain-Derived Neurotropic Factor – BDNF), self repair dan regenerasi (autophagy), regenerasi sistem imunitas, dan sungguh begitu banyaknya. Saking banyaknya, belum sempat dituliskan tersendiri, namun dapat disimak sebagian kisahnya dari recording webinar ini.

Mari kita awali dengan memahami berbagai penelitian terkini tentang intermittent fasting karena hasilnya sungguh sangat amazing untuk memantapkan langkah menuju remisi diabetes. Berikutnya intermittent fasting kita singkat saja sebagai “IF” ya.

Embrace The Journey

Coba lihat para figur idola yang membuat kita berdecak kagum, wow cantiknyaa, seksi banget, gantengnyaa, atletis banget, omo omooo… kita semua amazed dengan hasil akhirnya, tapi kita tidak tahu bahwa bisa jadi perjalanan kesana begitu pedasnya, dan mungkin kita pun sebentar aja nyerah mencoba mengikuti jalan yang sama.

Garis finish selalu memberikan hadiah yang kita idamkan, apakah itu tubuh ideal, HbA1C normal, bisa bebas makan apa aja, anything. Visualisasikan dan rasakan moment tiba di garis finish itu, gunakan semua panca indera untuk menghadirkan moment finish yang sangat nyata, hingga setiap sel di tubuh kita on fire pengen banget segera melesat sampai kesana. Itulah motivasi, the thing that gets you started. Namun motivasi bisa naik turun, tidak akan sampai ke garis finish jika setiap saat butuh motivasi. Kamu cuma butuh konsistensi, apapun yang terjadi, apapun kata mood, apapun kata orang, just do it, create small progress everyday, pada akhirnya akan sampai ke garis finish. Tidak perlu membandingkan dengan siapapun, hanya diri kita sekarang versus diri kita kemarin.

So let’s embrace the journey, kita nikmati setiap prosesnya. Sesuai literatur, perjalanan menuju remisi diabetes butuh waktu setidaknya 12-24 bulan. Sepanjang perjalanan akan ada banyak “pemandangan” menarik yang sebelumnya tiada kita duga. Ibarat sebuah perjalanan panjang, kita biasanya sudah memahami akan melalui kota mana aja, ini jadi tanda kalau sudah makin dekat ke garis finish.

Sebelum memahami apa saja fase-fase yang akan kita rasakan sepanjang perjalanan remisi diabetes, berikutnya adalah sharing kisah perjalanan pribadi dari HbA1C 9,5 menjadi 5.

Jurus Koentji: Kebahagiaan Makan

Apa yang dimakan untuk low carb diet?

Begitu tahu kalau ga boleh makan nasi, biasanya langsung spontan mundur teratur. “duh ga bisa aku ga pake nasi”, begitulah mayoritas komennya. Kesannya diet itu berat banget, sangat membatasi yang sebelumnya kita suka. Seringkali ga masuk kalau hanya memberikan argumen scientific bahwa too much karbo adalah penyebab diabetes. Juga, seringkali ga masuk juga kalau cerita dari sisi success stories. Kisah decak kagum dari mereka yang sudah menjalani low carb diet, terheran-heran kenapa bisa ga ada lapar padahal tidak ada makan nasi, bahkan masih tetap aktif penuh tenaga walaupun tidak makan lebih dari 2 hari.

Apa yang dimakan, ini jadi faktor yang sangat menentukan, apakah diet dapat dilakukan dalam jangka panjang, menjadi bagian dari rutinitas gaya hidup keseharian yang menyenangkan. Kita semua familiar dengan berbagai metode diet, ada yang hanya makan buah, ada yang hanya makan sayur, dan sebagainya. Sesudah mencoba itu semua, apa yang dominan kita rasakan adalah tercabutnya kebahagiaan makan dari diri kita. Terasa menyiksa sekali, menjadikan diet hanya sebentar saja.

I promise, kali ini akan berbeda. Low carb diet justru memberikan kebahagiaan makan yang baru. How? Stay tuned ya.

Berteman Baik dengan “LDL Jahat”

Begitu tahu jurus koentji-nya adalah metabolisme lemak, mayoritas kita spontan membatin “lemak kan bahaya!”. Gak pa pa, sepenuhnya sangat memaklumi, mari kita tetap merujuk pada hasil cek lab sebagai instrumen kontrol yang kita yakini kebenarannya, inilah yang akan menunjukkan apakah Low Carb Diet yang kita jalani membawa kita semakin sehat, atau malah menyimpang dan membahayakan kesehatan. Cek lab juga berperan sebagai early warning, jangan ragu untuk rajin cek lab, karena semakin dini ketahuan ada penyimpangan, sesegera mungkin dapat dikoreksi agar kembali ke jalan yang lurus.

Hasil cek lab yang kita terima selalu disertai dengan nilai rujukan normal, dimana nilai normal ini merupakan “jaring pengaman” yang akan menjaga kita tetap sehat dengan meminimalkan tingkat risiko penyakit. Disini kita sudah familar dengan jenis-jenis pemeriksaan seperti: kolesterol, HDL, LDL, trigliserid, gula puasa, gula 2 jam, HbA1C.

Sama halnya dengan berkembangnya metode terapi yang telah teruji secara klinis serta memberikan tingkat remisi diabetes yang tinggi, demikian juga telah berkembang penelitian ilmiah yang semakin memberikan pemahaman baru atas korelasi hasil cek lab dengan risiko kesehatan seperti atherosclerosis yang menjadikan penyakit jantung koroner dan stroke. Termasuk disini kita jadi lebih memahami duduk perkara sejatinya terkait HDL dan LDL, bahwa masing-masing memiliki peran tugasnya, sama sekali tidak terkait dengan persepsi “HDL baik” dan “LDL jahat”, sesungguhnya keduanya sama-sama “baik”. Namun menariknya, LDL memang bisa berubah menjadi “jahat”.

Disini kisahnya panjang banget, begitu banyak referensi dikisahkan dengan sangat baiknya di Youtube, saya pribadi harus membaca dan nonton berkali-kali termasuk cross referencing dengan berbagai sumber lain untuk dapat gambaran besar yang utuh. Seharusnya kisahnya runtut dari depan, dimulai dari memahami kolesterol yang selama ini kita takuti, bagaimana mekanisme transportasi kolesterol di dalam tubuh kita yang so amazing berjalan dalam orkestrasi yang begitu rapinya, termasuk memahami bagaimana penyakit jantung, stroke muncul sebagai akibat mekanisme transportasi kolesterol yang tidak lagi berjalan sesuai seharusnya. Dan ini tidak disebabkan karena kita makan kolesterol. Shocking ya, memang tidak mudah diterima, semoga someday ini bisa saya kisahkan lengkap panjang lebar. Untuk sekarang, yang esensial dulu aja, simak terus sampai tuntas ya.