Start

Selamat datang! Sudah sampai disini berarti kita dipertemukan atas tujuan yang sama, mungkin ingin sembuh dari diabetes, mungkin ingin berat badan lebih ideal, atau mungkin ada impian lain yang esensinya menjalani kehidupan lebih sehat, memaksimalkan beribadah di sisa umur yang ada, lebih lama membersamai orang yang kita cintai.

Jurus untuk sembuh dari diabetes, maupun untuk mencapai berat badan ideal, semuanya menggunakan jurus yang sama, yaitu: low carb diet dan intermittent fasting. Semua informasi yang disajikan di website ini ditujukan agar dapat dipraktekkan secara mandiri. Namun satu pesan sponsor yang penting adalah semuanya wajib dibaca. Kedua jurus ini sangat breakthrough, tapi tidak sedikit yang praktek namun melakukannya tidak sesuai referensi ilmiahnya. Jika prakteknya tidak tepat, alih-alih dapat manfaat sehat, justru malah sebaliknya, semakin berisiko. Kedua metode ini disajikan dengan dilengkapi “Jaring Pengaman”, yaitu indikator yang harus selalu dipantau untuk memastikan prakteknya tepat tanpa penyimpangan. Sehingga, sangat penting untuk tuntas belajar sebelum praktek. Jika ada yang belum jelas dapat ditanyakan melalui postingan komentar, atau bisa ditanyakan di group komunitas.

DISCLAIMER: Praktek atas metode low carb diet dan intermittent fasting secara mandiri yang dilakukan berdasarkan informasi di website ini merupakan keputusan dan tanggung jawab pribadi masing-masing individu dengan telah mempertimbangkan seluruh resiko terkait.

Step 1: Angkat Keraguan

Bagi penderita diabetes yang belum familiar dengan kedua jurus diatas, disarankan untuk belajar secara runtut, diawali dengan “dasar teori” untuk mendudukkan pemahaman sesuai referensi ilmiah terkini, terutama untuk mengangkat semua keraguan yang ada.

  • Diabetes Bisa Sembuh! Lepaskan stigma bahwa diabetes adalah penyakit seumur hidup.
  • The Beginning of Diabetes: Memahami asal mula kenapa bisa terjadi diabetes dan penyebabnya, agar kita dapat mencegah diri kita dan orang lain untuk kembali kena diabetes.
  • Jurus Koentji: Metabolisme Lemak: Memahami bahwa “makan lemak” bukanlah tentang lemaknya, tapi tentang metabolisme tubuh yang berpindah ke mode fat burning. Kebalikan dari mode fat storage ketika kita masih makan karbo (nasi, tepung, buah, dsb).
  • Jurus Koentji: Intermittent Fasting: Memahami bagaimana puasa beserta low carb diet bisa menjadikan kita bisa kembali seperti kaum normal sehat tanpa diabetes.
  • Berteman Baik dengan “LDL Jahat”: Lepaskan stigma bahwa “lemak itu jahat”. Sesungguhnya baik karbo maupun lemak di tubuh kita itu netral, kenali dan pahami kapan berubah menjadi jahat.

Take your time, biasanya keraguan tidak seketika terangkat. Semua dasar teori diatas adalah sebagai pijakan awal, ikuti apa kata hati untuk lebih lanjut menelusuri referensi lain.

Step 2: Memahami Peta Perjalanan

Perjalanan menjemput impian sehat tidaklah singkat, tergantung kondisi awalan kita masing-masing. Penderita diabetes dengan HbA1C diatas 10 bisa membutuhkan waktu 2 tahun hingga dapat mencapai gula puasa dibawah 100 tanpa obat dan suntik. Bagi yang berat badannya diatas 100 kg, lebih kurang juga membutuhkan waktu 2 tahun untuk mencapai postur yang mendekati ideal. Perkiraan waktu tersebut tidak paten ya, esensinya adalah menikmati prosesnya selama perjalanan panjang.

Bagi yang tujuannya weightloss, perjalanannya jauh lebih sederhana. Cukup cermati berat badan saja. Literatur menyebutkan rerata penurunan berat badan yang wajar adalah setara 200-300 gram per hari. Diukur harian boleh, mingguan juga gak papa, sejauh secara rerata setara besaran itu. Jika berat badan tidak turun, patut diduga ada kontaminasi karbo, segera evaluasi menu last meal dan coret sumber kontaminasi. Ada siy fase “stuck“, berat badan stagnan ogah turun, tetap ada jurusnya, someday nanti akan dikisahkan tersendiri.

Step 3: Konsistensi

Saatnya konkrit beraksi melaksanakan kedua jurus, serta konsisten dilakukan hingga tujuan tercapai.

  • Kuncinya di low carb diet adalah menekan seminimal mungkin konsumsi karbo. Oleh karena itu kenali berbagai bentuk karbo di era modern sekarang ini, untuk semaksimal mungkin kita hindari.
  • Temukan definisi baru kebahagiaan makan, karena inilah bekal penting untuk menemani di perjalanan yang panjang. Juga jangan tinggalkan nutrisi dari sayur! Kenali segala ragam sumber nutrisi dan semuanya sedapat mungkin dimakan secara komplit sampai kenyang. Paduan dari kedua hal ini kita sebut sebagai “menu keto”.
  • Setiap menu keto yang dimakan harus selalu dipastikan terpasang jaring pengaman. Catat formula menu keto yang sudah terkonfirmasi aman dimana kenaikan gula sesudah makan hanya maksimal 40 poin. Menu ini kemudian bebas diulangi dikonsumsi di sepanjang perjalanan.
  • Sesudah nyaman dengan mengkonsumsi menu keto, saatnya dipadukan dengan jurus intermittent fasting. Lakukan secara bertahap, tidak perlu menghitung jam, natural saja dengan mengikuti prinsip “makan ketika lapar”.
  • Selalu ukur gula puasa secara berkala, ini untuk mengenali dimana pencapaian kita di perjalanan panjang ini. Berapa lama setiap fase akan dilalui, ini sangat bervariasi tergantung kondisi kita masing-masing. Ada yang lamaaa di fase detox hingga setahun sendiri. Bersabar dan menikmati prosesnya adalah yang terbaik.

Step 4: Mengunci Niat

Technically, looks simple ya, namun seringkali kita tidak sampai finish. Ini sangat bisa dimaklumi, karena tidak jarang kita merasa lonely, menjalani perjalanan panjang ini sendirian, tidak banyak yang bisa diajak sharing. Seringkali circle terdekat kita justru tidak supportive karena dianggap berbahaya, bertentangan dengan keyakinan masyarakat pada umumnya.

Ini adalah keputusan yang harus kita ambil sendiri, keputusan on how to live our life. Oleh karena itu, perlu mengunci niat, agar minimal kita bisa konsisten menjalani selama 30 hari. Seiring dengan berbagai keajaiban yang nyata kita rasakan sepanjang perjalanan, itu yang akan semakin menguatkan semangat untuk melanjutkan perjalanan hingga 90 hari bahkan hingga 2 tahun.

“Mengunci niat” ini istilah saya saja, esensinya bisa macam-macam, kita bisa lakukan aktivitas ekstra agar konsistensi kita menjadi “tak tergoyahkan”, contohnya:

  • Rekam video “deklarasi” kamu, ngomong aja apa yang bikin kamu on fire banget. Kapan aja merasa hilang semangat, tonton lagi videonya ya.
  • Posting di sosmed, biarkan netijen tahu kamu sedang memulai new journey. Apapun yang terjadi, apapun kata orang, keep doing, keep sharing, spread the vibes. Nantinya gantian netijen yang akan nanya balik “gimana caranya?”
  • Bikin group or komunitas bareng teman-teman seperjuangan yang se-frekuensi, yang menggunakan metode yang sama. Jangan ragu berbagi semua pencapaian, rajin-rajin sharing perkembangan, bahkan bisa saling membantu jika ada yang terkendala. Vibes sering sharing itu nyemangatin banget loh! Salah satunya, kamu bisa join di komunitas Turn Back Diabetes.

Itu aja, so far belum ada Step 5 🤭 Selamat menjemput impian sehat, semoga bisa istiqomah hingga finish, share the journey yaa.